Sabtu, 20 Februari 2010

Derita Orang Miskin

DERITA ORANG MISKIN dan KEGELISAHAN ARWAH PEJUANG KEMERDEKAAN


DERITA ORANG MISKIN dan KEGELISAHAN
ARWAH PEJUANG KEMERDEKAAN

Oleh : Togar Lubis

“Orang miskin dilarang sakit, orang miskin juga dilarang sekolah”. Mungkin itulah ungkapan yang tepat sebagai gambaran bagaimana sulitnya mendapatkan pelayanan kesehatan dan mahalnya pendidikan bagi orang miskin di negeri ini. Ternyata, setelah 62 tahun Indonesia Merdeka, apa yang diamanatkan UUD 1945 bahwa “fakir miskin dan anak-anak terlantar ditanggung oleh negara” masih sangat jauh dari harapan kita.

Kita sangat terenyuh membaca kisah pedih yang dialami Lailasari dan Udin. Dua orang miskin di ibukota, mengalami kesulitan mendapatkan pelayan kesehatan dari Rumah Sakit hanya dikarenakan status keduanya adalah miskin. Sudah entah kemana perginya rasa perikemanusian dan rasa kepedulian sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan, sehingga pada hari pertama Lailasari ditolak 6 Rumah Sakit disebabkan tidak memiliki cukup uang. Rumah Sakit tersebut adalah RS. Budi Asih, RSCM, RSPAD Gatot Subroto, RSAL Mintoharjo, RS. UKI Cawang dan RS. Harapan Kita. Pada Rumah Sakit ketujuh, yaitu RS. Harapan Bunda di Jakarta Timur, akhirnya Muhammad Zulkifri anak dari pasangan Lailasari dan Husin ini diterima dan dirawat.

Nasib serupa juga dialami Udin si orang tua miskin. Anaknya yang sedang sakit bernama Ulis Muslimah dan masih berumur 9 hari, juga ditolak oleh 6 Rumah Sakit hanya dikarenakan status yang disandangnya adalah orang miskin. Diantara Rumah Sakit yang menolak merawatnya adalah RSCM, dan RSPAD Gatot Subroto. Ketika penolakan ini diungkapkan oleh Media, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso berang dan mengancam akan mencabut ijin keenam Rumah Sakit tersebut.

Pasien yang ditolak oleh pihak Rumah Sakit disebabkan kemiskinan bukanlah hal yang baru terjadi di negeri ini. Selain penderitaan yang dialami Lailasari dan Udin, masih ada derita Maria Letsoin yang selama 3 minggu hanya bisa melepas rindu pada bayinya dari balik kaca ruangan rumah sakit akibat tidak mampu membayar biaya berobat buah hatinya. Selasa 16 Agustus 2005 lalu, atau satu hari menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-60, seorang ibu di Semarang bernama Siti Aminah terpaksa harus melahirkan bayi pertamanya di emperan toko emas setelah Puskesmas dan Klinik Bersalin menolaknya karena miskin.

Penderitaan Lailasari, Udin, Maria Letsoin dan Siti Aminah terungkap ke publik mungkin disebabkan penderitaan mereka secara kebetulan terekam oleh berbagai media massa. Masih banyak orang miskin lain yang mengalami nasib yang serupa bahkan mungkin mengalami perlakuan yang lebih buruk, terutama di daerah-daerah Kabupaten/Kota. Program pelayanan kesehatan untuk keluarga miskin (Gakin) atau Asuransi Kesehatan Miskin (Askeskin) yang dibiayai oleh pemerintah pusat ternyata banyak yang tidak sampai kepada yang seharusnya menerima atau tidak tepat sasaran. Bahkan program ini sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum pejabat di daerah sebagai lahan empuk korupsi untuk memperkaya diri. Puskesmas dan Rumah Sakit milik pemerintah daerah sarat dengan praktek KKN, dari mulai melakukan mark up anggaran sampai dengan penjualan obat-obatan yang seharusnya diberikan gratis kepada pasien keluarga miskin.

Disamping persoalan sulitnya untuk mendapatkan pelayan kesehatan, orang miskin saat ini juga sulit untuk mendapatkan pendidikan, sebab pendidikan telah dikomersialisasikan. Jika komersialisasi pendidikan terjadi di sekolah yang dikelola pihak swasta, mungkin hal itu merupakan hal yang biasa. Namun yang terjadi saat ini, sekolah-sekolah negeri juga ikut-ikutan latah, padahal gaji guru dan biaya operasionalnya telah ditanggung oleh pemerintah.

Masih segar dari ingatan kita, bagaimana seorang siswa sekolah bernama Fifi Kusrini yang mengakhiri hidupnya secara tragis karena kemiskinan pada hari Jum’at 15 Juli 2005 lalu. Siswi kelas III SMP Negeri 10 Bekasi ini nekat menggantung diri karena kemiskinan orang tuanya. Kekuatan mental Fifi jatuh, ketika teman-temannya mengejeknya sebagai anak tukang bubur. Sebelumnya, tahun 2003 seorang siswa di Sanding, Garut, Jawa Barat, bernama Haryanto juga mengakhiri hidupnya karena kemiskinan. Nasib yang sama juga dialami oleh Eko Haryanto di Tegal, Jawa Tengah, tahun 2004. Tragedi demi tragedi kaum miskin tersebut merupakan bagian dari lembaran catatan hitam negeri yang telah 62 tahun merdeka ini.

Memperbesar alokasi anggaran di sector pendidikan bukan jaminan bahwa tragedi seperti di atas tidak akan terulang lagi. Ketika para koruptor masih terus bebas menggrogoti anggaran di sector ini, maka dapat dipastikan biaya pendidikan akan tetap tinggi. Seperti yang terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tahun 2004 lalu telah dialokasikan anggaran untuk sektor pendidikan sebesar 43% dari total APBD. Anggaran ini meliputi untuk belanja aparatur daerah pada Pos TK/SDN/SLTPN/SMUN/SMKN, biaya Ujian Akhir Nasional (UAN), Penerimaan Siswa Baru (PSB) dan pengadaan buku paket untuk siswa sekolah dasar. Namun ternyata disejumlah sekolah anggaran ini tidak disalurkan Dinas Pendidikan kepada pengelola sekolah, sehingga Kepala Sekolah dan Komite Sekolah mengambil kebijakan membebankan biaya-biaya tersebut sepenuhnya kepada siswa. Yang lebih tragis, Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat melegalisasi bahkan ikut mengelola penjualan buku paket kepada siswa walau hal tersebut jelas melanggar SK. Mendiknas. Harga buku yang harus dibayar oleh siswa kelas 2 SD mencapai Rp. 30 ribu/buku.

Biaya Kesehatan dan Pendidikan merupakan dua kata yang “sangat menakutkan” bagi orang miskin di negeri ini. Akibat mahalnya biaya pendidikan dan sulitnya mendapatkan pelayan kesehatan, orang miskin mungkin sudah lupa apakah benar bangsa ini telah 60 tahun lamanya merdeka. Orang miskin mungkin baru menyadari bahwa bangsa ini telah merdeka ketika diperintahkan agar mengibarkan bendera merah putih di depan rumahnya.

Pada HUT Kemerdekaan RI ke-60 ini, kita kembali mengheningkan cipta untuk mengenang jasa dan berdo’a bagi arwah para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan. Namun alangkah lebih baik, jika sambil mengheningkan cipta kita juga mengingat penderitaan yang dialami orang miskin. Orang miskin juga ikut memperjuangkan kemerdekaan negeri ini, jadi mereka juga punya hak untuk menikmati arti kemerdekaan. Tidaklah manusiawi, jika orang miskin disanjung dan dikunjung serta dibutuhkan para elit hanya pada saat menjelang Pilkada dan Pemilu.

Kemiskinan bukanlah sebuah pilihan, orang-orang miskin adalah korban ketidakadilan. Orang miskin juga merupakan korban dari orang-orang kaya yang mengeruk kekayaan dengan semena-mena. Korban dari kapitalisme yang sama sekali tidak memberikan proteksi terhadap mereka yang tidak memiliki kapital. Memandang rendah terhadap orang miskin merupakan bukti nyata bahwa bangsa ini belum dapat menghargai mereka yang mencari nafkah secara halal. Disamping itu, hal tersebut juga membuktikan bahwa bangsa kita juga tidak mempunyai empati dan solidaritas sosial.

Tragedi demi tragedi orang miskin yang terus terjadi mungkin akan menyebabkan arwah para pejuang kemerdekaan negeri ini gelisah. Jika mungkin para Syuhada tersebut dapat berbicara, pada saat peringatan HUT Kemerdekaan RI kali ini mereka akan berkata : “penolakan dan penghinaan terhadap orang miskin merupakan penghianatan terhadap pengorbanan dan penjuangan kami”. Bagaimana menurut anda ?. Salam.




Karena Tidak Punya Uang Rp 200 Ribu, Derita pun Akhirnya Meninggal

Cianjur, CyberNews. Stigma masyarakat miskin dilarang sakit, seakan makin sering terdengar ditelinga. Sudah banyak kasus di negari ini di mana rumah sakit ataupun pihak medis sedikit berpihak saat si miskin sakit untuk datang berobat. Dan sedikitnya keberpihakan itulah yang membuat mereka meninggal sebab kurangnya penanganan dari pihak medis.

Kisah tragis kembali terulang, karena tidak memiliki uang sebesar Rp 200 ribu untuk membayar ambulans. Wawan mesti melepas kematian istri dan calon bayinya di depan matanya.

Kejadian tragis itu berawal Senin (11/1) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB saat Derita Sahara (32) istri Wawan yang hamil tua dan sudah memasuki masa-masa melahirkan mengalami sembelit perut layaknya orang mau melahirkan, melihat istrinya ingin melahirkan Wawan pun segera menjemput Bidan desa (Bides) Popi untuk membantu persalinan istrinya.

Namun setelah bidan itu berusaha selama dua jam, belum bisa mengeluarkan bayi tersebut. Bidan pun akhirnya menyerah dan menyarankan untuk di bawa ke Puskesmas Pagelaran.

Lagi-lagi bidan tersebut tidak sanggup mengeluarkan bayi itu, karena peralatan yang ada di Puskesmas tersebut tidak memadai. Puskesmas pun berniat merujuk Derita ke RSU Cianjur. Untuk membawa Derita dari Puskesmas ke RSU Cianjur menggunakan ambulans milik Puskesmas dan pihak Puskesmas baru akan membawa Derita bila ada uang administrasi sejumlah Rp 200 ribu.

Wawan yang melihat penderitaan istrinya langsung pontang panting mencari pinjaman uang Rp 200 ribu, uang sejumlah itu baru didapatnya pukul 09.30 WIB. Ambulans yang membawa Derita pun berangkat setelah Wawan membayar uang administrasi tersebut, namun beberapa menit setelah mobil ambulans berangkat Derita menghembuskan nafas terakhirnya bersama bayi yang dikandungnya.

Menanggapi kasus meninggalnya Derita Sahara bersama bayi dalam kandungannya, Ketua Dewan Pengurus Kabupaten Serikat Rakyat Miskin Indonesia (DPK SRMI) Kabupaten Cianjur, Herman Sulaeman, Selasa (19/1) mengatakan, kasus tersebut terjadi murni akibat kelalaian pihak pengelola Puskesmas Pagelaran yang nyata-nyata telah melakukan tindak pembiaran terhadap pasien yang sedang mengalami masa kritis.

"Masa hanya karena uang Rp 200 ribu rupiah, pihak pengelola Puskesmas tega membiarkan korban berjam-jam tanpa penanganan jelas, yang seharusnya segera dilarikan ke RSU Cianjur. Ini jelas tidak bisa ditolerir," tegas Herman.

Terkait peristiwa tragis tersebut, Herman menuding pengelola Puskesmas Pagelaran sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. "Dalam Undang Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dengan tegas antara lain disebutkan, bahwa dalam melayani kesehatan petugas wajib menomorduakan masalah materi dan harus mengutamakan keselamatan pasien terlebih dahulu," ungkapnya.

kisah cinta

Kisah Cinta si Cacat yang Sempurna

inilah kisah cinta orang cacat yang telah berkeluarga, tapi sang suaminya bisa dikatakan memiliki wajah dan tubuh yang sempurna. Di dunia ini, masih ada rupanya cinta yang sempurna.

Untuk Sahabat2ku, ini sebuah kisah menyentuh hati dalam foto yang nyata. Tuhan itu maha adil dan maha penyayang, Kisah seorang suami istri dalam keluarga yang sangat sederhana, melihat rata2 sosok laki nya itu bisa dinilai seorang pria yang cukup sempurna terutama dalam penampilannya, tapi dia mempunyai seorang istri yang mempunyai kelainan dalam fisiknya, dimana wanita tersebut tidak mempunyai kaki sama sekali total dai ujung kaki hingga ujung paha bahkan wanita itu tidak memiliki sama sekali pinggul (bagian dari pangkal paha hingga batas pinggang),

jadi sulit skali bila duduk karena tida memiliki alas dibawah pinggang tsb., tapi kebesaran Tuhan tentu lain, wanita tersebit memiliki suami yang cukup ganteng, masih muda dan sangat cukup sempurna mau memiliki dan mengasihi seorang wanita yang mempunyai cacat fisik bawaan. mereka sekarang dikaruniai dua orang anak yang sangat sempurna dan lucu sekali.






10 Godaan Terberat dalam Kisah Cinta


MERANGKAI kisah cinta yang sempurna memang dibutuhkan usaha dan pengorbanan. Tak jarang cobaan kerap datang dan mengikis benih-benih cinta yang bersemayam dalam hati.

Jika Anda dan pasangan berpikir bijak tentu saja hal ini bisa terlewati. Menilik berbagai godaan yang paling sering mengancam indahnya kisah cinta, inilah 10 godaan terberat yang sering dialami para pasangan:

Mantan kekasih kembali datang

Setelah kisah cinta berakhir, Anda sudah sekuat tenaga melupakannya, dan kini hubungan dengan kekasih hati sedang manis-manisnya. Namun tak diduga, mantan kekasih datang kembali dan menawarkan cintanya kembali pada anda. Saran terbaik untuk godaan kali ini adalah cobalah berpikir jernih dan ingat kembali penyebab kandasnya hubungan anda dengan si dia. Jangan sampai hubungan anda dikorbankan hanya karena kenyataan semu semata.

Ditaksir Bos super tampan

Diantara banyak rekan kerja perempuan yang terpesona padanya, si bos super tampan justru memberikan perhatian ekstra pada anda. Tentu saja hal ini akan membuat perasaan anda melambung, terlebih ketika anda selalu menghabiskan waktu dengan atasan. Untuk itu, ada baiknya sebelum timbul keingian untuk berselingkuh, ingatlah kembali kelebihan kekasih yang tak dimiliki si bos super tampan, pastinya hal ini akan mengurungkan niat anda untuk berselingkuh.

Dijodohkan orang tua

Meski zaman sudah modern, namun pada beberapa kalangan masyarakat ajang perjodohan masih saja berlaku. Banyak orangtua yang begitu kawatir melihat buah hatinya masih sendiri di usia seperempat baya atau tidak bersanding dengan pasangan yang dianggap ideal. Dalam permasalahan kali ini, tak perlu panik, berpikirlah dengan kepala dingin karena itu merupakan solusi yang terbaik.

Rekan kerja yang menggoda

Cinta lokasi, juga menjadi salah satu penyebab kandasnya kisah cinta yang telah anda rangkai. Tentu hal ini tak lain karena hadirnya rekan kerja yang begitu menggoda. Jika tak ingin terjadi cinta lokasi, bersikaplah profesional. Ingatlah bahwa hubungan anda dengannya tak lebih dari kepentingan bisnis semata.

Lamaran mantan kekasih

Tak terasa usia sudah cukup matang, dan Anda pribadi sudah ingin mengakhiri masa lajang. Namun kekasih hati masih belum siap membina bahtera rumah tangga. Dalam situasi seperti ini, tiba-tiba mantan kekasih datang dan membawa cincin pertunangan, tentu saja permasalahan kali ini bisa membuat hati anda bimbang dalam memilih. Tetapi jangan dulu tergoda menerima pinangannya. Karena sejatinya pernikahan adalah komitmen seumur hidup yang harus anda jalani dengan pendamping hidup yang tepat.

Terpikat sahabat kekasih

Sahabat kekasih memang orang yang paling tepat dicurhati bila hubungan anda sedang bermasalah. Namun jangan jadikan kedekatan kalian berdua menjadi alasan ini untuk membina hubungan yang lebih dari sekedar teman. Untuk menghindari timbulnya benih-benih cinta, akan lebih baik, jika anda membutuhkan tempat curhat, carilah sahabat perempuan saja.

Naksir teman chatting

Flirting di dunia maya tidak akan berisiko menghacurkan hubungan. Justru sebaliknya, flirting lewat chatting justru lebih berbahaya karena bisa dilakukan kapan saja dan amat mudah untuk menghapus rekam jejaknya. Makanya jika tak mau bermain api, batasi waktu online dan pilihlah topik-topik pembicaraan yang hanya bisa anda bahas dengan teman chatting. Perbanyak curhat kekasih agar tak perlu mencari pelarian ke tempat lain.

Mutasi ke luar kota

Hubungan jarak dekat memang bukan jaminan keberhasilan cinta, tetapi yang namanya jarak jauh, selain bisa memisahkan anda dan kekasih secara fisik juga bisa merenggangkan kedekatan hati. Jika anda dan kekasih berniat untuk melanjutkan hubungan ini maka bersiaplah untuk menghadapi berbagai deraan yang menghadang di tengah jalan. Seperti rasa kesepian dan kesempatan untuk selingkuh, hanya komunikasi intens yang merupakan jalan keluarnya.

Pekerjaan menumpuk

Kesibukan merupakan jalan semu yang juga bisa menjauhkan hubungan anda dengan kekasih. Meski anda berdua berkantor di lokasi yang sama, namun bila sama-sama tak memiliki waktu untuk berduaan, bisa dikatakan kalian berdua sedang menjalani long distance. Tanpa disadari kedua belah pihak, penyebab inilah yang sering menjadi racun cinta pasangan eksekutif yang berdomisili di kota-kota besar, karena frekuensi kerja yang tak kenal waktu juga bisa membuka peluang cinta lokasi

Sabtu, 23 Januari 2010

Apa itu Cinta

Makna Cinta. Suatu ungkapan yang begitu misterius. Apakah cinta punya makna? Bagaimana menurut kalian?



Oh, cinta
kau kurindu
kau kukejar
kau kudamba

Suatu saat
kau hilang
kau pergi
lenyap ke dalam sepi

Oh, cinta
apakah yang kurasa
ketika engkah t'lah tiada...?



Sungguh, cinta itu misterius. Dan dengan sentuhan cinta, setiap orang menjadi penyair...


####

DIA BIDADARI YANG TERCIPTA HANYA UNTUKKU
TUHAN TLAH MENGIRIMKANNYA UNTUKKU
TAPI AKU GAG TAU SIAPA DIA

TAPI AKU YAKIN DIA PASTI MENJELMA DIDEPAN MATAKU
DAN SAAT ITU PULA AKU BERSYUKUR DAN BAHAGIA


NAMUN UNTUK SAAT INI
AKU HARUS BERSABAR MENUNGGUNYA
DAN DARI JAUH AKU SLALU MENDOAKANNYA
DAN AKU MEMINTA PADA TUHAN AGAR DIA SLALU DALAM LINDUNGANNYA


DAN AKUPUN TAK PERDULI SISA-SISA HIDUPNYA NANTI UNTUKKU

cinta

CINTA!!!!!!!!!!!!!!!! cinta memang buta tpi kta tdak sharus
membutaknnya kok.......... knapa deh,,,,,,,,, kta hrus mmiliki
cinta!!!!!!! kerna itu adalh lumrah dri Yang Maha Esa......huhu...
sesungguhnya kta hrus bersyukur,,,,,,,,kerna cinta itu suci & tulus
bagi sesiapa yang menghargain,,,,,,,so, gud laq dweh........he2,,,,,,,,



Awal ku menemukan CINTA saat hatiku bnr2 dlm kesedihan
ku percaya tu cinta krn dya mampu merubah rasa dihatiku
sedih menjadi bahagia
setelah lama ku mempelajari & mncari arti CINTA yg sesungguhynya
ternyata ku baru menyadari cinta hanya indah awalnya saja hgga kini ku
mngertikan CINTA ,,,,CINTA hanyalah KEMUNAFIKAN yg kebahagianya bs di
rasakan pd awalanya saja ,,,namun berakhir pd TANGIS dan KEGELISAHAN
.............!!!!!!!!!!ya.....



PERTEMANAN SEJATI*


engkau selalu ada dikala aku membutuhkanmu
engkau selalu setia ,saat aku dalam kebingungan
kebingungan akan sesuatu yang hilang dalam hatiku
dikala senja telah menyapa ,dikala ruang telah gunda
kau selalu melengkapi!
melengkapi serpihan hati yang sudah sirnah di hempas angin
sahabatku...!!!!!!!!!!
terima kasih atas kesetianmu
terima kasih atas semu ilmu yang kamu berikan
ilmu yang tidak mungkin aku dapatkan ditempat manapun
sahabatku …!!!!!!!!!!!!
kau memberikan semangat yang baru dalam hidupku
engkau memberiku arti, arti dari sebuah ikatan persahabatan
bukan ikatan teman yang kosong belakang
sahabatku
aku berharap padamu,
jangan pernah tinggalkan aku
sendiri menjalani hidup dalam dunia yang panah ini
aku tdk ingin luka yang sudah lama menutup
kembali menganga lagi .

temanku,
sahabat sejatiku!!!!!